Belajar Dari Workshop Menulis Pacitan

Ketika saya mengajar, berbagi, dan memotivasi saat workshop menulis; sesungguhnya saya sedang belajar.

Belajar#1: Niat Niat itu paling utama dalam semua perkara. Saat mengisi workshop menulis 4 jam pasti Bisa Nerbitin buku saya melihat pesertanya berniat menerbitkan karya perdana.

Belajar #2: Bersungguh-Sungguh Niat saja belum mencukupi, harus dibarengi kesungguhan dan keteguhan. Duduk, mendengarkan, kemudian mengerjakan proyek buku selama berjam-jam itu menunjukkan kesungguhan.

Belajar #3: Perjuangan Tidak ada cita-cita yang tidak memerlukan perjuangan. Perjuangan peserta workshop menulis 4 jam pasti nerbitin buku di pacitan 12/02/2017 sungguh luarbiasa. Ada beberapa peserta yang berasal dari pucuk gunung yang kurang lebih jaraknya 50 km da.n semuanya menggunakan motor; medan yang sulit naik turun gunung dan musimnya hujan deras plus hawa berkabut tebal. Bahkan ada peserta dari Ponorogo, mungkin sekitar 90 km dari kota Pacitan yang rela datang jauh-jauh demi untuk bisa ikut workshop menulis.

Belajar #4: Berkorban Tentu saja banyak yang dikorbankan; waktu, dan utamanya dana. Jujur saja, tak mudah menginvestasikan dana yg tak sedikit. Tapi, ketika cita-cita sudang diapungkan, maka apa pun halangan bisa dipunahkan.

Saat melihat semua itu saya terharu, flashback perjuangan saya selama 10 tahun belajar nulis secara otodidak. Workshop Menulis di Pacitan, mengajari saya banyak hal. Semoga workshop nulis di Pacitan bisa melahirkan 1001 penulis Muda #latepost

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s